Sabtu, 26 Agustus 2017

Buta

Sebuah keabstrakan.
Perasaan yang Buta.
Tidak terkatakan.
Padahal selalu menganga.

Terlihat jelas di mata.
Terasa sangat di jiwa.
Terlintas selalu dalam rasa.

Keyakinan.
Kepercayaan.
Penghargaan.
dan Pengorbanan.

Bukan sesuatu yang penting katanya
Tidak pernah ia minta katanya
Terlalu berlebihan katanya
Ujarku dalam hati "lalu apa artinya"

Perasaan apa ini?
Kosong..
Mengapa jadi kosong?

Apa yang saya lakukan?
Buta..
Apakah saya menjadi buta?


Senin, 30 Januari 2017

ini cerita tentang DIA

Selalu banyak versi sudut pandang dalam sebuah tulisan dan perkataan. Kali ini saya akan membawakan sebuah versi cerita.. hanya sebuah cerita.. bukan sebuah kisah nyata.

Untuk mendalami cerita ini, ijinkan saya memperkenalkan karakter Dia. Dia adalah seseorang yang memiliki hati keras tapi jauh di dasar hatinya.. Dia memiliki perasaan yang sangat dalam, Dia hanya ingin membagi kisah hidupnya dengan orang yang tepat. Dia tidak mudah menaruh perhatian. Dia tidak tumbuh dengan normal, bukan tidak normal fisiknya.. Dia terpaksa memilih apa yang dianggap benar dan salah saat dirinya belum cukup dewasa. 

Dia sangat mencintai seni dan menikmati setiap ritme yang membuat kepalanya tenang dari hal-hal yang selalu dirisaukan. Dia memiliki banyak hal yang membuatnya trauma, tanpa disadari hal-hal ini sangat sering.. bukan sering.. setiap hari mengganggu tidurnya. Dia tidak pernah tidur dengan nyenyak, rasa trauma yang melekat pada dirinya terlalu banyak. Seiring berjalanya waktu Dia kini sudah mulai menemukan apa yang harus di raih. Seperti sebuah kutipan "If no one could cure, Time cures brokenheart". Dia mampu menganbil keputusan di segala situasi, hanya satu hal yang Dia sama sekali  payah.. cinta.. cinta menbuat Dia sangat lemah. Inilah cerita tentang Dia

Sudah lama Dia tidak memikirkan mengenai keindahan menjalin hubungan dengan kekasih, Dia selalu memikirkan bagaimana Dia dapat membahagiakan orangtuanya dengan segera, membuat mereka bangga dengan Dia sebelum waktunya terlambat. Disuatu saat datang seseorang yang mengisi hari-harinya.. orang itu adalah Bahagia, Bahagia mengajarkan bagaimana cara Dia tersenyum dan tertawa. Dia selalu membayangkan hari-harinya dengan Bahagia akan selalu sempurna. Dia selalu bersedia merelakan hal-hal yang Dia sukai hilang agar tetap terus bersama dengan Bahagia. Dia selalu membayangkan hal yang sama, Dia selalu beranggapan bahwa Bahagia juga merasakan hal yang sama.. kesempunaan setiap waktu yang dijalani mereka bersama lebih berharga dari apapun. Dia selalu beranggapan Bahagia juga akan melakukan hal yang sama.. merelekan hal-hal yang Bahagia suka untuk tetap bersama Dia.

Seiring berjalannya waktu, Dia semakin mudah untuk mengetahui isi hati Bahagia. Dia mengalami kesedihan yang cukup mendalam mengetahui bahwa kenangan dan waktu yang telah dilewati bersama-sama ternyata masih bisa digantikan dengan hal lain. Bahagia tidak merasakan hal yang sama dengan Dia. Perasaan dimana.. apapun bila bersama Bahagia sudah cukup dan tidak membutuhkan hal yang lain.

Bahagia mulai menyalahkan Dia karena rasa traumanya akan kepercayaan terhap orang terlalu berlebihan. Padahal jika Bahagia tau, butuh perjuangan bagi Dia untuk memulai kepercayaan dengan orang baru, Bahagia tidak mengerti seberapa kerasnya Dia untuk mengacuhkan perasaannya. Dia juga tidak ingin memiliki rasa luka yang sulit untuk sembuh ini terjadi pada dirinya. Dia ingin Bahagia menyembuhkan lukannya.. bukan menyalakan adanya luka yang terdapat pada hati Dia. Dia selalu berusaha menjauhkan Bahagia dari hal-hal yang dapat merusak dan membuat Bahagia terjatuh. Bahagia tidak mengerti.. Bahagia hanya mengerti bahwa Dia hanya membuatnya jauh dari hal yang membuat dirinya senang. Andai Bahagia tau Dia hanya menginginkan segala yang terbaik untuk Bahagia. Dia selalu menerima dengan tabah hal-hal yang dikatakan kepada dirinya, Bahagia tidak pernah sadar Dia selalu memendam rasa sakitnya. Dia hanya ingin bisa merasakan kesempurnaan cinta walaupun bayaranya adalah rasa sakit.

Dia tidak pernah mengerti apa itu cinta.
Dia tidak tahu bagaimana untuk memahami cinta.

Bila kalian yang menjadi Dia.. Kalian melihat pasangan kalian berada pada jalan yang di penuhi dengan pepohonan, aroma-aroma yang nikmat dan angin yang menyejukkan, namun sebenarnya kalian tau dipenghujung jalan pasanganmu ada bara api yang akan menelan pasanganmu dan tidak akan memungkinkannya untuk kembali.. kalian mengetahui hal ini karena kalian pernah melalui jalan ini. Apa yang akan kalian lakukan?

Bila kalian melarangnya melalui jalan itu, kalian akan bertengkar dan berpisah. Apa itu cinta?
Bila kalian membiarkanya karena itu kemauan pasangan kalian. Apa itu cinta?

Mengapa tidak saling percaya saja, kalau kalian percaya terhadap pasangan kalian. Kenapa kalian tidak percaya saja ada maksud kebaikan dari larangan tersebut. Kalian bilang kalian cinta pasangan kalian. Namun mengapa kalian tidak percaya dengan nasihat pasangan kalian kalau kalian yakin pasangan kalian membawa kebaikan?

Mengapa memilih jalan yang berlawanan kalau bisa bersama?
Saat amarah menyelimuti hati.. keegoisanmu pasti mendominasi
Tidakkah hidupmu merasa sempurna dengan orang yang kamu cintai?
Tapi kenapa kamu membiarkan ego kamu menang? Padahal kamu tau kamu akan sesali itu
Dan kamu biarkan cinta kamu kalah
Cinta memang sulit untuk dipahami
Butuh seumur hidup untuk tau... apa itu cinta

Kamis, 21 Juli 2016

Human Nature

Buat pembuka, gua mau say goodbye dulu sama semester 4 haha semester yang gua takutin karena pembuktian gua ke nyokap untuk tetep mertahanin ip alhamdulillah ip tetep stabil dan semoga begitupun seterusnya hehe... Lama ga ngepost karena banyak main haha... dan lagi banyak kegiatan kampus yang cukup melelahkan...

Postingan kali ini gua pilih tema "human nature"

Emang gua selalu tertarik sama pemikiran manusia, sifat-sifat manusia. Manusia itu ciptaan yang unik,memilikii bentuk badan sama.. tapi tiap manusia memiliki pemikiranya sendiri yang ngebedain dia dengan yang lainnya. Ada yang ngerusak, ada yang mikirin masa depan kaumnya, ada yang mau berkuasa, ada yang hidup cuman untuk senang-senang tapi apakah mereka berfikir apa yang mereka tinggalkan kalau udah meninggalkan dunia, yang terjadi di alam selanjutnya dan sebagainya. Gua bukan orang yang taat beribadah tapi prinsip gue, gue gamau menjerumuskan orang lain atau merugikan siapapun dimasa mendatang.

Sifat manusia selalu jadi bahasan yang menarik buat gue, karena ga akan ada habisnya. Udah banyak karakter orang yang gue temuin dan sampai sekarang gue masih terus ketemu dengan karakter karakter baru. Gue mau nyebutin beberapa sifat yang kurang gue sukai, dan mungkin kalau dari kalian ada yang merasa kalau diri kalian seperti demikian gue punya saran agar kalian lebih bersifat open-minded dan mencoba untuk memposisikan diri sebagai orang lain agar kalian lebih menghargai orang lain.

The Judge
Hakim.. disini gue refers ke tukang main hakim, biasanya orang orang kayak gini langsung komentar dan menjatuhkan predikat pada orang lain cuman berdasarkan secuil informasi. Gue kasih contoh, "sorry gue gabisa ikut nongkrong hari ini gue gaenak lagi ada temen gue di rumah" cuman dari sini si lawan bicara langsung menjatuhkan predikat "wah gitu sih ga pengertian bgt temen lu" padahal temenya ini dateng dari luar pulau, dan kondisi nya lagi ga memungkinkan kalau diajakin untuk join. Tipikal yang seperti ini yang sempit bgt pandanganya, gue punya saran.. Cb dong ditanya dulu temen dari mana? kenapa ga join aja dulu? atau cari lah jalan tengah sama sama re-arrange waktu kalau emang sibuk kan bisa pas weekdays di sempetin.

Advisor
Penasihat.. Sometimes gue nemuin orang yang hidupnya belum bener belum bisa ngasih contoh yang baik, belum sukses bahkan masih bergantung sama orang lain.. Tapi kalau ngomong udah kayak pernah menjalani 7 kehidupan -_- apalagi kalau yang disaranin malah ide ide untuk merusak masa depan tapi di kemas seolah-olah itu kesenangan yang tidak boleh di lewatkan, hati-hatilah dengan orang yang seperti ini. Kalau kalian menemukan orang seperti ini, dan mereka mamberi saran hargai aja saat dia berbicara tapi jangan di simpan di otak, dan batasilah diri kalian dengan orang seperti ini. Mereka ingin membawa kita untuk stay pada lingkaran kebiasaan kebiasaan mereka.

Fake Friends
Fake friends tuh banyak bngt jenis nya ada yang tukang manfaatin doang, ada yang buat jadi tebengan doang,ada yang temenan cuman buat numpang eksis, ada yang cuman buat temen seneng seneng doang. Yang paling parah adalah ketika lo berubah ke arah yang lebih baik tapi malah  di pandang buruk oleh teman lo, disitulah lo harus merasa sedih. Itu menunjukan kalau mereka gabisa menerima perubahan pada diri lo, tidak bisa menghargai keputusan yang lo pilih. Kalau menurut gue selama lo yakin lo berubah ke arah yang lebih baik, lo akan menemukan teman yang baik yang akan mensupport lu dan akan membantu lu saat lu terjatuh

Bahasan gue mengenai sifat manusia sampai sini dulu, berlanjut ke postingan berikutnya ya suddenly gue nemuin article tentang bunga di LINE dan gue tertarik untuk ngebahasnya. 

Pada intinya adalah jangan pernah memaksa seseorang untuk menjadi yang kita mau, berilah dia pilihan, hargailan pilihanya, cobalah untuk berfikir berada di posisi orang lain apakah akan tetap melakukan hal yang sama? Gue pribadi bukan lah orang yang memaksa gue selalu memberi pilihan "saya tidak suka anda seperti ini karena saya memiliki alasan yang kuat (gue jabarkan) terserah pada anda anda tetap mau menjadi diri anda yang lama atau alasan yang saya jabarkan masuk akal? kalau anda tidak bisa berubah saya menghargai keputusan anda dan mungkin memang kita tidak usah terlalu dekat" simple kok kayak gitu aja.. 

so readers.. the choices up on what you want to be

Sabtu, 26 Desember 2015

Wednesdate with GOJEK!

hulahulaa!!
wkwkw ini postingan hari rabu sebenernya tapi baru sempet sekarang buat posting hehe.. sok sibuk banget ya gue LOL

Rabu kemarin gue naro CV di salah satu PT di jakarta, iseng-iseng ajasih ngisi liburan dari pada cuman makan, tidur, foya-foya. Waktu gabisa diulang guys manfaatkan sebaik mungkin #aseek. Singkat cerita, interviewnya alhamdulillah lancar bgt sih hahaha, knp gue bisa bilang lancar? Karena gue pernah interview yang lebih parah dan lebih mengerikan dari ini -_- Udah oke sih cuman masalah di perjanjian sedikit yang membuat keputusanya masih di hold, blm deal jadi gatau deh jadi atau engga wkwk, yaaa yang penting usaha *wink*

inti dari postingan gue hari ini bukan tentang CV yang gue apply. Tapi...
kejadian setelah ini....

Hari itu gue gabawa kendaraan, baliknya gue naik gojek. Feeling udah mulai aneh pas ka arin (sepupu gue) juga bingung naro direction di app gojek. Akhirnya dia taro "Jl.Mega" 
(G: Gue, K: Ka Arin)
G: Ka directionya udah bener?
K: Bener kok
G: Yakin?
K: Ini bener kok may nih, ini Bintaro Permai, ini 177 *sambil nunjuk-nunjuk map*
G: Oia okedeeh hehehehhe (direction udah bener, feeling gue kok masih gaenak -_-)

(abang gojek dateng) (A: Abang Gojek)
K: Iya pak masuk aja ke lobby *ngomong di telpon*
G: Duh ka -_- segala ke lobby, jalan dikit juga gpp
K: Biarin aja may sekaliaan biar ga capek kamunya (ya ampun -_-)
*nyamperin abang gojek di lobby*
K: Pak tau bintaro kan?
A; tau sih mba tapi lewatnya gatau
G: (lah)
K: *jelasin ke abang gojek*
A: *ngangguk2*

(udah di jalan, dan gue bener bener ga yakin ini abang gojek sebenernya tau)
A: mba bener kan ya sini lewatnya?
G: duh pak saya ga pernah lewat luar tol kalau dari sini 
A: *ngeluarin gps* bener sih ini lewatnya 
G: yaudah pak kalau gtu
A: *sebentar-sebentar ngeluarin gps* mba saya tanya dulu ya.
G: *cuman ngangguk2 udah bener-bener ga ngeliatin jalan, panas terik bgt gila pedih, gue iya iya aja*

setelah itu, ini abang berenti-berenti nanya sana sini, gue mulai liat jam. Wah gila juga ini udah setengah jam dan masih di daerah jakbar. Gue mulai mengabaikan panas terik pedih melepuh perih itu dan memperhatikan cara si bapak membaca gps. Pas gue liatin... oh masih bener. Pas dia ngeluarin lagi... loh kok hpnya dimiringin -_- pas dia ngeluarin lagi LOH LOH KOK DIPUTER PUTER. Wah anjir gue mulai nanya...
G: Pak bener kan jalanya?
A: bener kok... eh tapi kita keluar garis biru mbak
G: (hah -__-) udah pak sini deh saya yang pegangin gps nya
A: hehe boleh mba *ngasih hpnya* 
G: (ada 3 pointer, 1 nunjukin lokasi kita, 1 lokasi tujuan, 1 lokasi awal) Pak ini yang tujuanya yang mana?
A: yang ini mba
G: okeh

udah gue tunjukin jalanya.. lama-lama gue bingung... -_- kok kayak balik lagi. LAH INI MAH SLIPI LAGI
G: Pak bukan yang iniiiii titiknya
A: LOH IYA TO?
G: IYAAA kalau kita kesini *nunjuk titik awall* kita mah balik lagiii
A: OOOOO salah dong ya
G: (YAIYALAH) -_-
A: Yaudah terus ini kemana mba?
G: (wkwkkwkw gue ga ngerti lagi bukanya marah gue malah mau ketawa, kayaknya saking gue gabisa marah sama bapak ini deh) 
A: Pantesan dari tadi kita muter muterr
G: iya pak haduuuu 

wkwkwk ngakak gue, kalau kata si bapak udah keluar dari garis biru jauh bgt. Gue motong jalan akhirnya.. kalau baca map gue bisa -_- tapi kalau jalan gue buta. Entah itu daerah mana kanan kiri banyak pohon pohon, banyak toko-toko tapi kayak tahun 80-an, seumur-umur gue dibintaro gue belum pernah lewat daerah situ. Terus gue liat tulisan "Srengseng Junction" anjir dimana nih -_- dan sebentar-sebentar si bapak itu nanya.. "mba kita udah di garis biru blm?". Aduh ada-adaa aja, sepanjang jalan gue sama si bapak ini ngebahas bahas "pantesan mba tadi kok lewat situ lagi lewat situ lagi tau -taunya kita muter-muter hahaha" 

Gatau, tumben gue ga marah, gue ngerasa aja bapak ini tulus.. dia engga ngeluh sama sekali, bahkan keadaan bingung pun dia engga cemas, panik, atau bete, tapi dia malah ketawa. Kebukti sih pas udah sampe dia bingung ngeliatin ongkos yang gue kasih
A: mba.. ini kebanyakan
G: gpp kok pak
A: beneran mba? 
G: udah gapapa buat bapak aja lebih nya

padahal gue ngga ngelebihin banyak-banyak bgt kok.. wkwk yang gue bingung ada aja kejadian kayak  gini hahahha. Semoga semangat ya pak cari rejekinya! Gue malah kasihan sama dia yang harusnya mungkin  dia bisa narik 3 penumpang gara gara gue jadi cuman bisa narik satu wkwkw. 

Kamis, 17 Desember 2015

BAY semester 3!

(play: Young, Wild and Free)

HOREEEEE~
uwaaaaw udah gatel bgt sebenernya mau ngepost "bay semester 3" bahkan sebelum semester 3 berakhir wkkwkw :'D tapi kan belom berakhir jadi ga ngepost deh xixixi. Dari kemarin pengen nge blog juga tapi lagi kepikiran uas hiks, apalagi setelah percakapan gue sama bokap
(G: Gue, B: Bokap)
G: pah jenuh semester ini
B: hahaha
G: kayaknya berat aja gitu
B: ya memang harus berjuang terus kan (dengan nada kebapak-an nya dia)
G: iya sih rasanya pengen seneng2 gitu
B: ya sabar.. sukses dulu baru seneng seneng, orang sukses kan karena berusaha, memangnya ada orang sukses karena males-malesan? Berjuanglah, hasilnya pasti akan lebih indah

huft....langsung diem wkwkw. Yah, akhirnya gue paksakan saja yang sudah benar benar diambang bosan dan harus tetap mennjalani uas.

Semester 3....
semester yang paling.....
entahlah....

dibandingkan dengan kehidupan kampus semester 1 dan 2 yang monoton dan mulus. Campus life semester ini bener bener naik turun abis. Ya organisasi gue coba coba semua, diajakin ikutan proker ini itu gue iya in, yang aktivitas gue di luar kampus juga tetep gue jalanin, bagi waktu sama keluarga, main juga banyak, banyak ketemu orang, banyak kena masalah yang belum pernah gue alamin, banyak ngeliat hal-hal munafik, yang tadinya udah mau berenti ikutan kompetisi eh tetep ikut. Banyak lah pokoknya, dan yang pasti karena semua itu ada hal yang gue korbanin.. akademik gue berasa bgt keteteran.. duh gatau deh ini nilai semester ini gimana nasibnya.. kacau bgt.. cuman bisa berdoa terus-terusan.. minta bantuan doanya ya readers :'( 

behhh sudah lah yang berlalu biarlah berlalu, tapi jangan  begitu saja dilupakan wkwk. Penting bgt buat kedepanya, dan gue jadi tau seberapa limit gue, apa apa aja yang harus gue benahi. Seperti biasa, gue tetap bersyukur karena banyak banget soft skill yang gue dapet selama ngejalanin semester ini.

Yang penting sekarang udah libur :):):)
HAPPY HOLIDAY!!
HAVE A NICE HOLIDAY READERS :)

Rabu, 18 November 2015

Point of View

Sebelum nugas ngeblog dulu lah biar fresh huehe~

Sebenernya gue mau nulis judulnya "sudut pandang" wkwkw tapi kayaknya terlalu general dan ga menarik kalau dijadiin judul. wkwkw karena gue pribadi, salah satu list yang gue perhatikan saat mau beli buku adalah judul buku. Point of View juga general sih tapi namanya orang indonesia, kalau di inggris-kan jadi terkesan lebih uye

Buat readers yang kurang suka tentang topik yang bersifat relatif dan gada dasar teorinya (atau ilmu mutlak) postingan ini ga di sarankan, karena lebih mengacu ke sudut pandang gue pribadi jadi mungkin ada pro dan kontra (itu wajar) huehe

Setiap orang punya sudut pandangnya masing-masing, dan sudut pandang menentukan tindakan selanjutnya yang akan kita lakukan ke lawan bicara, rekan dan sebagainya. Awal mula gue mulai memperhatikan sudut pandang orang itu kalau ga salah, gue lupa detail kejadianya tapi gue inget kata katanya. Waktu itu gue ngerjain suatu hal dan ternyata hal itu ga bernilai bagi orang lain, terus gue nyeletuk "ah percumalah, sia-sia banget kalau gitu" terus temen gue si cacing bilang "gada yang sia-sia may, yang ada cuman positif dan negatif". Dari sini gue tidak hanya aware dengan gesture lawan bicara dan lingkungan gue, tapi gue juga mulai aware dengan sudut pandang orang lain.

Sudut pandang orang lain itu kalau menurut gue bukan sifat yang mutlak. Beda dengan sifat orang yang emang ada pengaruhnya dari faktor genetik. Sudut pandang itu bisa dirubah, makanya banyak buku-buku self improvement yang beredar. Sudut pandang itu terbentuk sesuai dengan lingkungan dimana tempat dia tinggal, tapi kalau seseorang punya basis atau prinsip yang kuat, sudut pandang itu bakalan sulit buat di rubah sampai bener bener ada statement rasional yang mematahkan pendirianya itu. 

Dengan banyak ngobrol sama orang, kita bisa tau gimana cara berfikir orang-orang, dan semakin banyak hal baru yang gue dapet. Gue seneng aja gitu liat cara berfikir orang, bahkan terkadang timbul "iya juga ya kok gue ga ngeliat ke arah sana." Dari cara orang ngomong-pun kita bisa mengukur seberapa peka dia terhadap lingkunganya, seberapa banyak pengalamanya, seberapa banyak wawasanya dan banyak lagi. Dan itu menurut gue seru.

nah, sekarang gue mau masuk ke sudut pandang gue. Kayak yang udah gue bilang di postingan gue yang paling pertama, sekarang di setiap masalah yang gue hadapin gue selalu melihat pasti ada sisi yang bisa di syukuri. Ni deh, separah apapun masalah yang lo hadapin, mau lo yang sampe jumpalitan kayak apapun itu, kalau Tuhan ga perduli sama kita buat apa dia capek-capek bikin cobaan buat kita, jadi intinya dengan adanya cobaan justru mengingatkan kita kalau Tuhan masih perduli, buktinya dia nyempetin ngurusin masalah kita. Dan kalau sabar mengadapi cobaan-Nya kepikiran ga apa yang nanti bakal menyambut kita setelah masalah kita selesai? Gadapet apa apa? Terus karakter kuat yang terbentuk itu karena apa? Karakter dan pemikiran yang matang terbentuk dengan banyaknya masalah yang kita dapet, dan kita berpikir kritis :) indah kan? menurut gue sih indah. Karakter gabisa di beli di toko manapun.

haha mindblowing. Sekali lagi... ini relatif

Kalau rasa sakit? harus di syukurin dari sebelah mananya?
.
.
.
.
.
Ini termasuk salah satu pertanyaan pribadi gue yang mau gue cari sendiri alesanya apa tanpa harus bertanya sama orang, dan terjawab pada saat kelas anatomi, Singkat cerita, pelajaran anatomi seminggu lalu muterin video anak yang lagi main sepeda, terus jatoh dan tanganya patah. Otomatis timbul rasa sakit dong, dan si pengisi suara bilang "rasa sakit yang muncul itu ada untuk melindungi, melindungi supaya pada daerah yang sakit tersebut ga di gerakin atau di pegang kalau ga makin parah" kurang lebih gitu. Hebat ya... rasa sakit ada untuk melindungi.... keren.... Jadi kalau sakit hati, berati kita tau lah.. hal ini gabaik atau jangan telalu memaksakan diri dan belajar iklas 

Dengan sifat gue yang begini, lumayan lah yang bilang gue itu sangat pemerhati detail-detail kecil, Walaupun gue terlihat cuek bahkan dengan diri gue sendiri, tapi gue sangat memerhatikan orang. Kalau yang kalian liat gue diem-diem atau mungkin ketawa-ketawa bisa aja itu gue lagi menilai-nilai karakter dan kebiasaan orang. Gue bukan paranormal, tapi bagaimanapun kita ini manusia, kita pasti pernah jatuh dan bangun, pernah ngerasa sakit, siapa yang suka rasa sakit? Menilai-nilai karakter orang menurut gue bisa mengurangi kemungkinan merasakan sakit. Sekali lagi... ini relatif. WKWKW kadang ada yang bilang "ah lebay lo may perasaan dia biasa aja deh" gue cuman yang nanggepin "wkwk iya kali ya haha" lama kelamaan "eh iya deh bener kata lo dia blablabla" palingan gue ketawain doang.

2 karakter orang yang paling gabisa gue toleransi adalah:
1. Orang yang munafik yang suka akting, dan kalau emang kebukti kayak gitu dan merugikan gue. hahaha, jangan harap lah dia akan terlibat lagi di kehidupan gue.
2. Orang yang membatalkan janji yang menurut gue itu penting buat gue.

Nomor 1 gada toleransi, sering banget udah orang yang begini dibaikin malah ngelunjak dan jatohnya malah bikin marah doang. Nomor 2 gue masih bisa toleransi selama alasanya rasional dan orangnya bener bener yakinin gue. Gue santai sebenernya, mungkin muka gue emang jutek -_- kalau udah kenal, gue santai bgt, TAPI ada saat dimana gue mesti tegas saat orang udah mulai ngatur gue dan saat dimana stock kesabaran gue pada satu orang tersebut abis, mending gue luapin di hari itu, dan besokanya biasa lagi. Tapi tetep. untuk Nomor 1 gada  toleransi.

Pada kondisi berhadapan dengan orang-orang dengan dua kriteria diatas gue tetep bersyukur, gue jadi punya pengalaman menghadapi orang kayak gitu, ga cuman sekali ketemu orang kayak gitu? berati jadi lebih terlatih lagi huehehe. Dalam berbagai kondisi yang kita hadapin ga menutup kemungkinan 0% unsur positif yang bisa kita dapet, tapi gue percaya, selalu ada celah untuk bersyukur, tergantung gimana cara kita memandang suatu keadan :) 
So readers, how about yours?

Jumat, 23 Oktober 2015

Daddy's Beautiful Mind

(play: moondust)

dari kemarin ngubek-ngubek template blog tapi masih belum nemuin yang greget :( buat readers yang punya saran-saran boleh bgt masukanya. Thankies :*

karena kemarin udah ngepost tentang dialog gue sama nyokap, gue mau cerita tentang sosok yang pemikirannya luar biasa hebat. Orang yang sangat nyambung untuk berdiskusi mengenai sifat-sifat orang, mengenai seni, mengenai perkembangan lingkungan sekarang, teman berlatih argumen yang hebat, mengajari cara berpikir kritis di tengah tengah kondisi yang sulit.. that man is my daddy *grin*

kenapa gue bisa bilang kayak gitu? ini ya gue ceritain salah satu kejadian yang bikin gue cengar-cengir sendiri kalau inget kelakuan bokap.
ceritanya itu, ada acara gathering dari kantor bokap, berhubung cuman gue yang bisa ikut akhirnya guepun berangkat cuman berdua bokap. Acaranya itu ada di anyer, nginep 2 hari 1 malam. Settinganya ini sore-sore, pas siangnya bokap gue beli gurita... iya bayi gurita.
(P:Papa, G:Gue, T:Tukang Gurita)
P: Pak jual apatuh
T: Bayi gurita pak.
P: Bisa gede?
T: Bisa pak *terus mengiming-imingi dengan kata-kata manis*
P: Berapaan?
G: Pah.. gausa mau di taro dimana?? Susah ngerawat dari pada mati.
P: sst tardulu
T: *nyebutin harga, gue lupa berapa 30rb-an kayaknya*
P: yaudah saya ambil
*tukang gurita itupun pergi*
G: pah -_- jangan aneh aneh dehh itu balik ke jakarta aja belum tentu hidup
P: iya kalau gurita kan nanti sore bisa kita lepas, kalau pedagang kayak gitu siapa yang mau beli juga jarang, ya anggap kita membantu dia lah, sekali sekali juga.
G: seriusan mau dilepas?
P: iyaa benerrr
G: *cuman bisa senyum dalam hati*

pas sore-sorenya gue bener-bener ngejar-ngejar bokap buat cepet-cepet lepas gurita, pengen main watersport juga soalnya hhe. Kita jalan di pesisir pantai nyari bagian pesisir yang bentuknya udah memecah gelombang pasang, supaya guritanya ga kebawa arus ke pesisir lagi. Pas lagi jalan sambil ngobrol tiba tiba..
G: pah sebelah sana kayaknya agak tenang deh ombaknya
P: *sunyi*
G: pah.. *mulai nengok kanan-kiri*
ternyata bokap gue jauh dibelakang ribet ngeluarin kacamata sama pocket camera
G: *nyamperin* Pah ngapainn??
P: *ga jawab* malah nyodorin kantong gurita
G: *ngerti, maksudnya disuruh pegang* pah ngapaiiin??
P: ini loh bagus reliefnya 
G: ah mana?
P: kamu jangan liat dari situ coba dari angle ini, tuh konturnya bagus ya
G: ih iya juga
Papa lagi ngefoto yang dibilang pasir berkontur
yang punya nilai estetika :')

Kita malah ngomongin itu pasir pantai...

Terkadang kita gasadar sesuatu yang kita lewatin atau bahkan yang kita tapak itu punya nilai estetika yang kalau kita kagumin kita bisa jadiin objek sebagai pengingat kalau kita sebenarnya dekat dengan Tuhan kita, alhamdulillah gue punya bokap yang secara tidak langsung menyadarkan gue untuk memperhatikan setiap detail kondisi yang gue lewatin. Buat readers, kalau kalian peka sama lingkungan kalian, gue gatau berapa banyak keindahan ciptaan-Nya yang bisa kita nikmatin setiap harinya. Kalau kalian tanya gue, mungkin karena gue udah terbiasa memperhatikan detail detail kecil, gue bahkan sadar ketika temen temen gue yang lainya ga sadar ada temen gue yang cukur alis (ngerapiin alis karena abis kondangan). 

Sebenernya gue pikir pikir pantai anyer  ga jelek-jelek amat, cuman kurang kerawat dan kurang tertata jadi terkesan kumuh. Dan pada akhirnya gue gajadi ngelepas gurita dan gajadi main watersport, malah asik foto-foto sama ngobrol ngalor ngidul. hahaha

M: Pa buruan balik itu ombaknya dateng!
P: bentar! sayang kalau ga difoto
M: yah pah gajadi lepas gurita deh
P: iya kesorean kita, papa suka laut sih soalnya*tiba-tiba ngefoto*
M: *mundur pelan pelan foto bokap dari jauh :)*