Kamis, 21 Juli 2016

Human Nature

Buat pembuka, gua mau say goodbye dulu sama semester 4 haha semester yang gua takutin karena pembuktian gua ke nyokap untuk tetep mertahanin ip alhamdulillah ip tetep stabil dan semoga begitupun seterusnya hehe... Lama ga ngepost karena banyak main haha... dan lagi banyak kegiatan kampus yang cukup melelahkan...

Postingan kali ini gua pilih tema "human nature"

Emang gua selalu tertarik sama pemikiran manusia, sifat-sifat manusia. Manusia itu ciptaan yang unik,memilikii bentuk badan sama.. tapi tiap manusia memiliki pemikiranya sendiri yang ngebedain dia dengan yang lainnya. Ada yang ngerusak, ada yang mikirin masa depan kaumnya, ada yang mau berkuasa, ada yang hidup cuman untuk senang-senang tapi apakah mereka berfikir apa yang mereka tinggalkan kalau udah meninggalkan dunia, yang terjadi di alam selanjutnya dan sebagainya. Gua bukan orang yang taat beribadah tapi prinsip gue, gue gamau menjerumuskan orang lain atau merugikan siapapun dimasa mendatang.

Sifat manusia selalu jadi bahasan yang menarik buat gue, karena ga akan ada habisnya. Udah banyak karakter orang yang gue temuin dan sampai sekarang gue masih terus ketemu dengan karakter karakter baru. Gue mau nyebutin beberapa sifat yang kurang gue sukai, dan mungkin kalau dari kalian ada yang merasa kalau diri kalian seperti demikian gue punya saran agar kalian lebih bersifat open-minded dan mencoba untuk memposisikan diri sebagai orang lain agar kalian lebih menghargai orang lain.

The Judge
Hakim.. disini gue refers ke tukang main hakim, biasanya orang orang kayak gini langsung komentar dan menjatuhkan predikat pada orang lain cuman berdasarkan secuil informasi. Gue kasih contoh, "sorry gue gabisa ikut nongkrong hari ini gue gaenak lagi ada temen gue di rumah" cuman dari sini si lawan bicara langsung menjatuhkan predikat "wah gitu sih ga pengertian bgt temen lu" padahal temenya ini dateng dari luar pulau, dan kondisi nya lagi ga memungkinkan kalau diajakin untuk join. Tipikal yang seperti ini yang sempit bgt pandanganya, gue punya saran.. Cb dong ditanya dulu temen dari mana? kenapa ga join aja dulu? atau cari lah jalan tengah sama sama re-arrange waktu kalau emang sibuk kan bisa pas weekdays di sempetin.

Advisor
Penasihat.. Sometimes gue nemuin orang yang hidupnya belum bener belum bisa ngasih contoh yang baik, belum sukses bahkan masih bergantung sama orang lain.. Tapi kalau ngomong udah kayak pernah menjalani 7 kehidupan -_- apalagi kalau yang disaranin malah ide ide untuk merusak masa depan tapi di kemas seolah-olah itu kesenangan yang tidak boleh di lewatkan, hati-hatilah dengan orang yang seperti ini. Kalau kalian menemukan orang seperti ini, dan mereka mamberi saran hargai aja saat dia berbicara tapi jangan di simpan di otak, dan batasilah diri kalian dengan orang seperti ini. Mereka ingin membawa kita untuk stay pada lingkaran kebiasaan kebiasaan mereka.

Fake Friends
Fake friends tuh banyak bngt jenis nya ada yang tukang manfaatin doang, ada yang buat jadi tebengan doang,ada yang temenan cuman buat numpang eksis, ada yang cuman buat temen seneng seneng doang. Yang paling parah adalah ketika lo berubah ke arah yang lebih baik tapi malah  di pandang buruk oleh teman lo, disitulah lo harus merasa sedih. Itu menunjukan kalau mereka gabisa menerima perubahan pada diri lo, tidak bisa menghargai keputusan yang lo pilih. Kalau menurut gue selama lo yakin lo berubah ke arah yang lebih baik, lo akan menemukan teman yang baik yang akan mensupport lu dan akan membantu lu saat lu terjatuh

Bahasan gue mengenai sifat manusia sampai sini dulu, berlanjut ke postingan berikutnya ya suddenly gue nemuin article tentang bunga di LINE dan gue tertarik untuk ngebahasnya. 

Pada intinya adalah jangan pernah memaksa seseorang untuk menjadi yang kita mau, berilah dia pilihan, hargailan pilihanya, cobalah untuk berfikir berada di posisi orang lain apakah akan tetap melakukan hal yang sama? Gue pribadi bukan lah orang yang memaksa gue selalu memberi pilihan "saya tidak suka anda seperti ini karena saya memiliki alasan yang kuat (gue jabarkan) terserah pada anda anda tetap mau menjadi diri anda yang lama atau alasan yang saya jabarkan masuk akal? kalau anda tidak bisa berubah saya menghargai keputusan anda dan mungkin memang kita tidak usah terlalu dekat" simple kok kayak gitu aja.. 

so readers.. the choices up on what you want to be